Space Iklan

Showing posts with label Obyek Wisata. Show all posts
Showing posts with label Obyek Wisata. Show all posts

Friday, October 11, 2013

Obyek Wisata Candi Borobudur-Indonesia



Foto (sumber : indonesia.travel)

Saling Indonesia. Candi Borobudur sebuah bangunan bersejarah yang berbentuk stupa didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi. Monumen ini terdiri dari atas enam teras berbentuk bujur sankar yang di atasnya terdapat tiga pelantaran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 Arca Budha. Stupa utama terbesar terletak di tengah sekaigus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang dalamnnya terdapat Arca Buddha tengan duduk bersila dalam posisi tertai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Menurut bukti-bukti sejarah, Candi Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat tu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Candi Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada tahun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah Candi Borobudur  masuk dalam daftaar Situs Warisan Dunia.
 
Apabila ingin berkunjung ke Candi Borobudur, lokasi candi terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, kalau dari Semarang kurang lebih 100 km, kalau dari Surakarta kurang lebih 86 km, dan dari Yogyakarta kurang lebih 40 km. 

Sumber : wikipedia

Sunday, September 29, 2013

Obyek Wisata Cibulan Kuningan




Saling Indonesia. Obyek wisata merupakan obyek wisata tertua di Kabupaten Kuningan, obyek wisata tersebut mempunyai ciri khas ikan Dewa dalam kolam pemandian air tawar. 

Sejarah Singkat

Menurut cerita yang berkembang di kalangan Masyarakat Desa Maniskidul dan masyarakat Kuningan pada umumnya, ikan dewa yang ada di kolam Cibulan ini konon dahulunya adalah prajurit-prajurit yang membangkang atau tidak setia pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi. Singkat cerita, prajurit-prajurit pembangkang tersebut kemudian dikutuk oleh Prabu Siliwangi sehingga menjadi ikan. Konon ikan-ikan dewa ini dari dulu hingga sekarang jumlahnya tidak berkurang maupun bertambah. Apabila kolam dikuras, ikan-ikan ini akan hilang entah kemana, namun saat kolam diisi air, mereka akan kembali lagi dengan jumlah seperti semula. Terlepas dari benar atau tidaknya legenda itu sampai saat ini tidak ada yang berani mengambil ikan ini karena ada kepercayaan bahwa barang siapa yang berani mengganggu ikan-ikan tersebut akan mendapatkan kemalangan.

Lokasi Obyek wisata

Obyek wisata Cibulan sungguh masih misteri, unik dan langka, kalau yang penasaran keberadaan obyek wisata tersebut, bisa langsung kunjungi tempat tersebut, lokasi tersebut mudah dijangkau, kalau dari Cirebon kurang lebih memerlukan waktu perjalanan kurang lebih 30 menit ke arah selatan menuju Kabupaten Kuningan.
Obyek wisata Cibulan ramai dikunjungi saat-saat liburan sekolah, setiap harinya biasa dikunjungi anak-anak sekolah untuk belajar berenang.

Keunikan Ikan Cibulan

Konon katanya jumlah ikan tidak berkurang atau bertambah, umur ikan sangat tua sekali, sejak zaman Prabu Siliwangi.

Sumber : Berbagai sumber

Obyek Wisata lainnya :

Saturday, September 21, 2013

Obyek Wisata Baturaden Jawa Tengah



Saling Indonesia. Indonesia memiliki berbagai macam obyek wisata yang cukup terkenal baik wisata alam, wisata sejarah, wisata ziarah, dan wisata kuliner. Wisata yang sudah sangat terkenal di mancanegara seperti obyek wisata alam di Bali, wisata sejarah Candi Borobudur Jawa Tengah, dan wisata lainnya yang cukup di kenal oleh para turis mancanegara. Langsung saja saya ingin membawa pengunjung di halaman ini untuk mengenal salah satu obyek wisata yang berada di propinsi Jawa Tengah ‘Obyek Wisata Baturaden’.

Obyek  wisata baturaden yang keberadaannya di sebelah selatan Gunung Slamet. Keindahan dan keistimewaan obyek wisata ini, memiliki udara yang sejuk dan cenderung dingin di malam hari (pengalaman admin sudah mengunjungi 2 kali sewaktu family day acara kantor dengan berkemah di area bumi pekemahan wisata baturaden), panorama alam yang cantik, begitu juga baturaden memiliki banyak legenda rakyat, salah satunya cerita lutung kasarung yang cukup terkenal.

Penasaran Obyek Wisata yang satu ini, admin Saling Indonesia akan ceritakan di sini dari pengalaman admin sendiri dan sumber-sumber terkait lainnya dari Om Wiki.
Lokasi-lokasi yang dapat dikunjungi di area Baturaden :

#Pancuran Pitu Baturaden (Pancuran Tujuh)

Pancuran Pitu Baturaden terletak di sebelah atas Pancuran Telu, pancuran ini merupakan pemandian air panas yang mengandung belerang, dipercaya untuk menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Untuk mencapai pancuran tujuh bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 2,5 km dari lokasi wisata baturaden atau menggunakan kendaraan pribadi atau umum melalui bumi perkemahan Baturaden.

#Pancuran Telu (Pancuran Tiga)

Pancuran telu terletak di sebelah bawah Pancuran Pitu, pancuran ini mengandung belerang yang dipercaya dapat menyebuhkan berbagai penyakit kulit. Untuk mencapai pancuran telu ini sedikit hati-hati karena agak licin dan jalan agak turun ke bawah, di pancuran telu ini lebih istimewa karena harus turun menyisisir jalan setapak ke bawah ke arah sungai yang banyak mengandung belerang.

#Bumi Perkemahan

Merupakan camping ground yang sering dimanfaatkan oleh para pencinta alam dan kegiatan out bond. Ditempat ini bisa menikmati udara sejuk dan pemandangan indah ke wilayah lain karena terletak di atas bukit. Bagi yang menyukai berkemah cocok tempat ini untuk mendirikan tenda, ditempat ini juga kalau mau bermalam bisa menyewa penginapan yang tersedia.

#Kaloka Widya Mandala

Taman Kaloka Widya Mandala Baturaden atau Wisata Pendidikan Wanasuka Baturaden merupakan kebun binatang sekaligus sebagai tempat wisata edukasi. Tempat ini pernah mendaptkan prestasi sebagai visit Indonesia Dekade 1991-2000 dalam Penobatan Anugerah Wisata Jawa Tengah dan Daerah Yogyakarta di Semarang pada tanggal 23 Agustus 1996.

Di Taman Kaloka Widya Mandala Baturraden terdapat berbagai macam binatang yang berasal dari dalam maupun luar negeri seperti dari Australia, Asia, dan Belanda. Koleksi bintang seperti : Sapi kaki lima, Kambing kaki tiga, Gajah, Beruk, Buaya Irian, Ular Sanca, Kaswari, Monyet, Landak, Iguana, Cendrawasih, Kelelawar, Ayam Kate, Ayam Mutiara, Orang utan, Elang Bondol, Rusa. Di tempat ini juga terdapat misium Satwa Langka, seperti : Harimau Sumatra, Beruang Madu, dan Macan Dahan.

#Lainnya seperti :
·         Pemandian Air Panas
·         Curug Ceheng
·         Wahana Wisata Lembah Combong
·         Combong Valley Paint Ball  and War Games
·         Talaga Sunyi
·         Baturaden Adventure Forest

Tuesday, February 26, 2013

Berwisata ke Gua Sunyaragi Cirebon


(Gambar : liputan6.com)

Saling Indonesia. Gua Sunyaragi adalah sebuah gua yang berlokasi di kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon dimana terdapat bangunan mirip candi yang disebut Gua Sunyaragi, atau Taman Air Sunyaragi, atau sering disebut sebgaai Tamansari Sunyaragi. Nama "Sunyaragi" berasal dari kata "sunya" yang artinya adalah sepi dan "ragi" yang berarti raga, keduanya adalah bahasa Sanskerta. Tujuan utama didirikannya gua tersebut adalah sebagai tempat beristirahat dan meditasi para Sultan Cirebon dan keluarganya.


Gua Sunyaragi merupakan salah satu benda cagar budaya yang berada di Kota Cirebon dengan luas sekitar 15 hektar. Objek cagar budaya ini berada di sisi jalan by pass Brigjen Dharsono, Cirebon. Konstruksi dan komposisi bangunan situs ini merupakan sebuah taman air. Karena itu Gua Sunyaragi disebut taman air gua Sunyaragi. Pada zaman dahulu kompleks gua tersebut dikelilingi oleh danau yaitu Danau Jati. Lokasi dimana dulu terdapat Danau Jati saat ini sudah mengering dan dilalui jalan by pass Brigjen Dharsono, sungai Situngkul, lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas, Sunyaragi milik PLN, persawahan dan menjadi pemukiman penduduk. Selain itu di gua tersebut banyak terdapat air terjun buatan sebagai penghias, dan hiasan taman seperti Gajah, patung wanita Perawan Sunti, dan Patung Garuda. Gua Sunyaragi merupakan salah satu bagian dari keraton Pakungwati sekarang bernama keraton Kasepuhan.

Kompleks tamansari Sunyaragi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu pesanggrahan dan bangunan gua. Bagian pesanggrahan dilengkapi dengan serambi, ruang tidur, kamar mandi, kamar rias, ruang ibadah dan dikelilingi oleh taman lengkap dengan kolam. Bangunan gua-gua berbentuk gunung-gunungan, dilengkapi terowongan penghubung bawah tanah dan saluran air. Bagian luar kompleks aku bermotif batu karang dan awan. Pintu gerbang luar berbentuk candi bentar dan pintu dalamnya berbentuk paduraksa.

Induk seluruh gua bernama Gua Peteng (Gua Gelap) yang digunakan untuk bersemadi. Selain itu ada Gua Pande Kemasan yang khusus digunakan untuk bengkel kerja pembuatan senjata sekaligus tempat penyimpanannya. Perbekalan dan makanan prajurit disimpan di Gua Pawon. Gua Pengawal yang berada di bagian bawah untuk tempat berjaga para pengawal. Saat Sultan menerima bawahan untuk bermufakat, digunakan Bangsal Jinem, akan tetapi kala Sultan beristirahat di Mande Beling. Sedang Gua Padang Ati (Hati Terang), khusus tempat bertapa para Sultan.

Walaupun berubah-ubah fungsinya menurut kehendak penguasa pada zamannya, secara garis besar Tamansari Sunyaragi adalah taman tempat para pembesar keraton dan prajurit keraton bertapa untuk meningkatkan ilmu kanuragan. Bagian-bagiannya terdiri dari 12 antara lain :
  • Bangsal jinem sebagai tempat sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih.
  • Gua pengawal sebagai tempat berkumpul par apengawal sultan.
  • Kompleks Mande Kemasan (sebagian hancur).
  • Gua pandekemasang sebagai tempat membuat senjata tajam.
  • Gua simanyang sebagai tempat pos penjagaan.
  • Gua langse sebagai tempat bersantai.
  • Gua peteng sebagai tempat nyepi untuk kekebalan tubuh.
  • Gua arga jumud sebagai tempat orang penting keraton.
  • Gua padang ati sebagai tempat bersemedi.
  • Gua kelanggengan sebagai tempat bersemedi agar langgeng jabatan.
  • Gua lawa sebagai tempat khusus kelelawar.
  • Gua pawon sebagai dapur penyimpanan makanan.
Sejarah berdirinya gua Sunyaragi memiliki dua buah versi, yang pertama adalah berita lisan tentang sejarah berdirinya Gua Sunyaragi yang disampaikan secara turun-temurun oleh para bangsawan Cirebon atau keturunan keraton. Versi tersebut lebih dikenal dengan sebutan versi Carub Kanda. Versi yang kedua adalah versi Caruban Nagari yaitu berdasarkan buku Purwaka Caruban Nagari tulisan tangan Pangeran Kararangen atau Pangeran Arya Carbon tahun 1720. Sejarah berdirinya gua Sunyaragi versi Caruban Nagari adalah yang digunakan sebagai acuan para pemandu wisata gua Sunyaragi. Menurut versi ini, Gua Sunyaragi didirikan tahun 1703 Masehi oleh Pangeran Kararangen, cicit Sunan Gunung Jati. Kompleks Sunyaragi lalu beberapa kali mengalami perombakan dan perbaikan.

Menurut Caruban Kandha dan beberapa catatan dari Keraton Kasepuhan, Tamansari dibangun karena Pesanggrahan Giri Nur Sapta Rengga berubah fungsi menjadi tempat pemakaman raja-raja Cirebon, yang sekarang dikenal sebagai Astana Gunung Jati. Hal itu dihubungkan dengan perluasan Keraton Pakungwati (sekarang Keraton Kasepuhan Cirebon) yang terjadi pada tahun 1529 M, dengan pembangunan tembok keliling keraton, Siti Inggil, dan lain-lain. Sebagai data perbandingan, Siti Inggil dibangun dengan ditandai candrasengkala Benteng Tinataan Bata yang menunjuk angka tahun 1529 M.

Di Tamansari Gua Sunyaragi ada sebuah taman Candrasengkala yang disebut "Taman Bujengin Obahing Bumi" yang menunjuk angka tahun 1529. Di kedua tempat itu juga terdapat persamaan, yakni terdapat gapura "Candi Bentar" yang sama besar bentuk dan penggarapannya. Pangeran Kararangen hanya membangun kompleks Gua Arga Jumut dan Mande Kemasan saja.
Dilihat dari gaya atau corak dan motif-motif ragam rias yang muncul serta pola-pola bangunan yang beraneka ragam dapat disimpulkan bahwa gaya arsitektur gua Sunyaragi merupakan hasil dari perpaduan antara gaya Indonesia klasik atau Hindu, gaya Cina atau Tiongkok kuno, gaya Timur Tengah atau Islam dan gaya Eropa.

Gaya Indonesia klasik atau Hindu dapat terlihat pada beberapa bangunan berbentuk joglo. Misalnya, pada bangunan Bale Kambang, Mande Beling dan gedung Pesanggrahan, bentuk gapura dan beberapa buah patung seperti patung gajah dan patung manusia berkepala garuda yang dililit oleh ular. Seluruh ornamen bangunan yang ada menunjukkan adanya suatu sinkretsime budaya yang kuat yang berasal dari berbagai dunia. Namun, umumnya dipengaruhi oleh gaya arsitektur Indonesia Klasik atau Hindu.

Gaya Cina terlihat pada ukiran bunga seperti bentuk bunga persik, bunga matahari dan bunga teratai. Di beberapa tempat, dulu Gua Sunyaragi dihiasi berbagai ornamen keramik Cina di bagian luarnya. Keramik-keramik itu sudah lama hilang atau rusak sehingga tidak diketahui coraknya yang pasti. Penempatan keramik-keramik pada bangunan Mande Beling serta motif mega mendung seperti pada kompleks bangunan gua Arga Jumut memperlihatkan bahwa gua Sunyaragi mendapatkan pengaruh gaya arsitektur Cina. Selain itu ada pula kuburan Cina, kuburan tersebut bukanlah kuburan dari seseorang keturunan Cina melainkan merupakan sejenis monumen yang berfungsi sebagai tempat berdoa para keturunan pengiring-pengiring dan pengawal-pengawal Putri Cina yang bernama Ong Tien Nio atau Ratu Rara Sumanding yang merupakan istri dari Sunan Gunung Jati.

Sebagai peninggalan keraton yang dipimpin oleh Sultan yang beragama Islam, gua Sunyaragi dilengkapi pula oleh pola-pola arsitektur bergaya Islam atau Timur Tengah. Misalnya, relung-relung pada dinding beberapa bangunan, tanda-tanda kiblat pada tiap-tiap pasalatan atau musholla, adanya beberapa pawudlon atau tempat wudhu serta bentuk bangunan Bangsal Jinem yang menyerupai bentuk Kabah jika dilihat dari sisi belakang Bangsal Jinem. Hal tersebut menjelaskan bahwa gaya arsitektur gua Sunyaragi juga mendapat pengaruh dari Timur Tengah atau Islam.
Gua Sunyaragi didirikan pada zaman penjajahan Belanda sehingga gaya arsitektur Belanda atau Eropa turut memengaruhi gaya arsitektur gua Sunyaragi. Tanda tersebut dapat terlihat pada bentuk jendela yang tedapat pada bangunan Kaputren, bentuk tangga berputar pada gua Arga Jumut dan bentuk gedung Pesanggrahan.

Secara visual, bangunan-bangunan di kompleks gua Sunyaragi lebih banyak memunculkan kesan sakral. Kesan sakral dapat terlihat dengan adanya tempat bertapa seperti pada gua Padang Ati dan gua Kelangenan, tempat salat dan pawudon atau tempat untuk mengambil air wudhu, lorong yang menuju ke Arab dan Cina yang terletak di dalam kompleks gua Arga Jumut; dan lorong yang menuju ke Gunung Jati pada kompleks gua Peteng. Di depan pintu masuk gua Peteng terdapat patung Perawan Sunti. Menurut legenda masyarakat lokal, jika seorang gadis memegang patung tersebut maka ia akan susah untuk mendapatkan jodoh. Kesan sakral nampak pula pada bentuk bangunan Bangsal Jinem yang menyerupai bentuk Kabah jika dilihat dari sisi belakang Bangsal Jinem. Selain itu ada pula patung Haji Balela yang menyerupai patung Dewa Wisnu.

Pada tahun 1997 pengelolaan gua Sunyaragi diserahkan oleh pemerintah kepada pihak keraton Kasepuhan. Hal tersebut sangat berdampak pada kondisi fisik gua Sunyaragi. Kurangnya biaya pemeliharaan menyebabkan lokasi wisata gua Sunyaragi lama kelamaan makin terbengkelai.
Tahun 1852, taman ini sempat diperbaiki karena pada tahun 1787 sempat dirusak Belanda. Saat itu, taman ini menjadi benteng pertahanan. Tan Sam Cay, seorang arsitek Cina, konon diminta Sultan Adiwijaya untuk memperbaikinya. Namun, arsitek Cina itu ditangkap dan dibunuh karena dianggap telah membocorkan rahasia gua Sunyaragi kepada Belanda. Karena itu, di kompleks Taman Sunyaragi juga terdapat patok bertulis ”Kuburan Cina”.

Pemugaran Tamansari Gua Sunyaragi pernah dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1937-1938. Pelaksanaannya diserahkan kepada seorang petugas Dinas Kebudayaan Semarang. Namanya, Krisjman. Ia hanya memperkuat konstruksi aslinya dengan menambah tiang-tiang atau pilar bata penguat, terutama pada bagian atap lengkung. Namun kadang-kadang ia juga menghilangkan bentuk aslinya, apabila dianggap membahayakan bangunan keseluruhan. Seperti terlihat di Gua Pengawal dan sayap kanan-kiri antara gedung Jinem dan Mande Beling.

Pemugaran terakhir dilakukan Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Sejarah dan Purbakala, Direktorat Jenderal Kebudayaan, yang memugar Tamansari secara keseluruhan dari tahun 1976 hingga 1984. Sejak itu tak ada lagi aktivitas pemeliharan yang serius pada kompleks ini.

Bangunan tua ini hingga kini masih ramai dikunjungi orang, karena letaknya persis di tepi jalan utama. Tempat parkir lumayan luas, taman bagian depan mendapat sentuhan baru untuk istirahat para wisatawan. Terdapat juga panggung budaya yang digunakan untuk pementasan kesenian Cirebon. Namun keadaan panggung budaya tersebut kini kurang terurus, penuh dengan tanaman liar. Kolam di kompleks Taman Sari pun kurang terurus dan airnya mengering.

Sumber : Wikipedia
Artikel Terkait :

Halaman ini terakhir diubah 11-11-2013 ( 50 view)

Sunday, November 25, 2012

Keraton-keraton di Cirebon


Saling Indonesia. Cirebon wilayah yang terletak di Pulau Jawa tepatnya wilayah Timur Jawa Barat terkenal dengan kerajinan rotan dan Batik bermotif mega mendung. Cirebon sebagai julukan kota udang dan kota wali serta Cirebon mempunyai ciri khas tersediri seperti mempunyai beberapa keraton di antaranya :
Cirebon memiliki 4 keraton sebagai berikut :
  • ·         Keraton Kasepuhan
  • ·         Keraton Kanoman
  • ·         Keraton Kacirebonan
  • ·         Keraton Keprabon
Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan didirikan pada tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II yang menggantikan tahta dari Sunan Gunung Jati pada tahun 1506. Ia bersemayam di Dalem Agung Pakungwati, Cirebon. Keraton Kasepuhan dulunya bernama Keraton Pakungwati, sedangkan Pangeran Mas Mochammad Arifin bergelar Panembahan Pakungwati I. Sebutan Pakungwati berasal dari nama Ratu Dewi Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati. Ia wafat pada tahun 1549 dalam Mesjid Agung Sang Cipta Rasa dalam usia yang sangat tua. Nama beliau diabadikan dan dimuliakan oleh nasab Sunan Gunung Jati sebagai nama Keraton yaitu Keraton Pakungwati yang sekarang bernama Keraton Kasepuhan.

Keraton Kanoman

Keraton Kanoman adalah pusat peradaban Kesultanan Cirebon, yang kemudian terpecah menjadi Keraton Kanoman, Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Keprabon. Kebesaran Islam di Jawa Barat tidak lepas dari Cirebon. Sunan Gunung Jati adalah orang yang bertanggung jawab menyebarkan agama Islam di Jawa Barat, sehingga berbicara tentang Cirebon tidak akan lepas dari sosok Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.

Keraton Kacirebonan

Keraton Kecirebonan dibangun pada tanggal 1800 M, Keraton ini banyak menyimpan benda-benda peninggalan sejarah seperti Keris, Wayang, perlengkapan Perang, Gamelan dan lain-lain. Seperti halnya Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman, Keraton Kecirebonan pun tetap menjaga, melestarikan serta melaksanakan kebiasaan dan upacara adat seperti Upacara Pajang Jimat dan sebagainya.

Keraton Keprabon

Keraton Keprabon terletak di Kecamatan Kecamatan Lemahwungkuk, dekat Keraton Kanoman. Keraton ini dari segi arsitektural disebut bangunan Ndalem, karena Keraton Keprabon tidak memiliki struktur sebuah komplek atau bangunan keraton, tidak memiliki alun-alun, dan masjid agung, namun lebih terlihat sebagai sebuah kediaman pemangku adat (Ndalem). Akses masuk keraton ini adalah melalui sebuah gang selebar 3 meter di antara deretan ruko. Bangunan di dalamnya pun sangat sederhana, tidak menunjukkan kemewahan dan kemegahan sebuah keraton, lebih berbentuk rumah dengan halaman kecil di dalamnya.

Itulah 4 (empat) keraton yang dimiliki Cirebon

Inilah tempat-tempat yang  cukup di kenal di Cirebon.

                                                                     Keraton Kaprabonan

                                                                   Gua Sunyaragi

                                                                   Kasepuhan
                                                                   Kacirebonan
                                                                   Masjid Sang Cipta Rasa
                                                                   Masjid Panjunan
                                                                   Simbol Keraton Kasepuhan
                                                      Motif Batik Mega Mendung>Trusmi


Sumber : wikipedia

Halaman ini terakhir di ubah tanggal 21-09-2013 ( 39 dikunjungi)

Penelusuran kata kunci di search engine pengunjung :