Space Iklan

Showing posts with label Profil. Show all posts
Showing posts with label Profil. Show all posts

Saturday, August 31, 2013

Profil H. Ason Sukasa



H. Ason Sukasa, Sm.Hk. Seorang politikus kelahiran Cirebon 14 April 1952 dari Gegesik Kabupaten Cirebon, mempunyai lima orang anak dari seorang istri bernama Hj. Eni Suhaeni, kelima anaknya yaitu Suhartono, S.E.,Hj. Suhartini, S.E.,Sujatmoko, Sp.Mp.,Sunandar Priyo Wudarmo, S.E., Syafrudin Aryono, S.E.

H. Ason Sukasa, Sm. Hk. adalah Wakil Bupati Cirebon yang menjabat sejak tahun 2008 mendampingi Dedi Supardi dalam kontes PilBup Cirebon dan berhasil mendapatkan suara terbanyak yang menjadikannya sebagai Wakil Bupati Cirebon. Selain menjadi Wakil Bupati Cirebon beliau juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golongan Karya (GOLKAR) Kabupaten Cirebon. Selain itu beliau menjabat sebagai ketua MTQ Kabupaten Cirebon dan Ketua Badan Narkotika Kabupaten Cirebon.

Pada tanggal 27 Juni 2013, Ason Sukasa resmi mendaftarkan diri ke KPUD Kabupaten Cirebon dan mencalonkan sebagai Calon Bupati Cirebon periode 2013-2018 di dampingi oleh kader PKS, H. Elang Kusnandar Prijadikusuma, S.Ip., M.Si. dan diusung oleh Partai Golkar dan PKS.

Riwayat pendidikan
  1. SR (Sekolah Rakyat) 3 Tahun lulus
  2. SMP (Sekolah Menengah Pertama) 3 Tahun Lulus
  3. SMA (Sekolah Menengah Atas) 3 Tahun Lulus
  4. Perguruan Tinggi Fakultas Hukum – Sarjana Muda
Riwayat organisasi
  1. Sekber  GOLKAR
  2. Anggota KNPI
  3. Anggota AMPI
  4. Anggota AMS
  5. Anggota SOKSI
  6. Ketua Umum LPTQ tingkat Kabupaten Cirebon
  7. Ketua KOMINDA tingkat Kabupaten Cirebon
Riwayat pekerjaan
  • Perangkat Desa Gegesik Kidul Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon (1968-1971)
  • Juru Tulis Desa Gegesik Kidul Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon (1972-1992)
  • Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Periode 1992-1997
  • Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Periode 1997-1999
  • Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Periode 1999-2004
  • Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Periode 2004-2008
  • Wakil Bupati Cirebon Tahun 2008-2013
Sumber : Wikipedia

Thursday, August 29, 2013

Profil Calon Bupati Dan Wakil Bupati Kabupaten Cirebon



Saling Indonesia. Mungkin Anda sudah mendengar, melihat, dan mengetahui bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Cirebon periode 2013-2018, bagi yang belum tahu, sedikit tahu, dan ingin tahu, Saling Indonesia pada kesempatan ini akan sedikit memberikan informasi kepada para pembaca blog, inilah bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Cirebon periode 2013-2018. Informasi ini diambil dari berbagai sumber.

CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN CIREBON 2013 – 2018

1.      Moch. Insyaf Supriadi dan H. Darusa, S.H.
2.      Drs. H. Sunjaya Purwadi, M.M.M.Si. dan H. Tasiya Soemadi, S.E. M.M (Al Gotas)
3.      H. Mohammad Luthfi, S.T. dan Ratu Arimbi Nurtina, S.T.
4.      H. Nurul Qomar, M.M. dan Drs. H. Subhan
5.      H. Ason Sukasa, Sm.Hk. dan H. Elang Kusnandar, M.Si.
6.      Hj. Sri Heviyana Supardi dan H. Rakhmat, S.E.

Baca Profil selengkapnya..
   Halaman ini terakhir diubah 28-10-2013 ( 162 view)


Friday, April 26, 2013

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raaji’un : Jeffry Al Buchori



Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raaji’un, telah meninggal dunia Ustad Jeffry Al Buchori pada usia 40 tahun (lahir 12-04-1973 meninggal 26 April 2013), semoga Almarhum diampuni segala dosanya dan ditempatkan di tempat yang mulia oleh Allah SWT, aamiin. Untuk mengenang Almarhum di blog ini saya sajikan Biografi yang di lansir Wikipedia dan sumber lainnya.

Biografi

Jeffry Al Buchori memiliki nama populer Uje (lahir di Jakarta, 12 April 1973  meninggal di Jakarta 26 April 2013  pada umur 40 tahun adalah seorang pendakwah atau ustad yang tampil dengan mengemas bahasa dakwahnya dengan bahasa-bahasa anak muda. Sehingga ustad Uje kerap juga dipanggil sebagai ustad gaul. Beberapa hari setelah ia merayakan ulang tahunnya yang ke-40, ia mengalami kecelakaan motor yang menyebabkan Uje meninggal dunia di usia 40 tahun.

Masa hidup

Jefri anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Alm. H. Ismail Modal dan Ustz Dra. Hj. Tatu Mulyana ini sejak kecil telah mendapat pendidikan Islam yang kuat. Hal ni terbukti saat duduk di bangku sekolah kelas 3-5 SD meraih prestasi MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) sampai tingkat provinsi. Setelah lulus SD, bersama kedua kakaknya, Alm. Ust. H. Abdullah Riyad dan Ust. H. Aswan Faisal, bersekolah di PonDaar el-Qolam Gintung, Jayanti Tangerang. Namun selama di pesantren, Uje terbilang nakal. Seringkali saat teman-temannya menunaiam-diam tidur atau kabur dari pesantren untuk main dan nonton di bioskop. Sampai akhirnya Uje dikeluarkan dari pesantren tersebut yang sempat dikecapnya selama tahun yang harus dijalani. Setelah itu, Uje dipindahkan ke Madrasah Aliyah (MA, setingkat SMA). Bukannya bertambah baik, kenakalan Uje justru bertambah.

Apalagi setelah lulus di tahun 1990 dan kuliah di akademi broadcasting, kenakalan Uje tak berkurang. Dia bergaul dengan pemakai narkoba dan sering dugem. Bahkan Uje akhirnya tak menyelesaikan kuliah. Pada tahun 1991, Uje pernah menjadi dancer di salah satu club. Uje juga sering nongkrong di Institut Kesenian Jakarta. Di kala para pemain sinetron sedang latihan, kadang-kadang Uje menggantikan salah satunya. Ia pun ikut casting dan mendapat peran. Salah satu sinetron yang sempat dibintanginya adalah Pendekar Halilintar. Bahkan Uje pernah dinobatkan sebagai pemeran pria terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI pada 1991.

Uje bertemu dengan Pipik Dian Irawati, seorang model gadis sampul majalah Aneka tahun 1995 asal Semarang, Jawa Tengah. Saat itu, Uje masih berstatus sebagai pemakai. Meski demikian, hal itu tidak menghalangi Pipik yang bersedia dinikah siri pada 7 September 1999. Dua bulan kemudian mereka menikah resmi di Semarang. Pernikahannya dengan Pipik ini dikaruniai tiga orang anak, Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro.

Hal yang menyadarkan Uje dari kehidupan semu adalah saat dirinya diajak umroh oleh ibu dan kakaknya. Sebagai awal dari usaha pertaubatan, Uje mendapat amanah dari kakak tertuanya alm. Ust. H. Abdullah Riyad, untuk melanjutkan dakwah kakaknya di Jakarta. Sebab alm Ust. H. Abdullah Riyad mendapatkan kepercayaan dari MUIS (Majlis Ugame Islam Singapura) untuk menjadi Imam besar di Masjid Haji Mohammad Soleh, bersebelahan dengan Maqam Habib Nuh Al Habsyi, Palmer Road, Singapura. Uje berdakwah pertama kali di sebuah masjid di Mangga Dua. Pipik Dian Irawati, istrinya, menuliskan teks dakwah yang mesti disampaikan saat itu. Hasilnya, honor ceramah sebesar Rp 35.000 dia bawa pulang dan langsung diberikan kepada istrinya.

Dari situlah Uje mulai berdakwah lewat majelis taklim, mushola, masjid, dan perlahan-lahan bisa seperti sekarang ini, dikenal oleh masyrakat banyak dikagumi oleh seluruh kalangan. Selain itu Uje, juga menyampaikan dakwahnya dalam bentuk lagu-lagu Islami, debut albumnya, Lahir Kembali diluncurkan 2006 lalu. Beberapa lagu diciptakannya sendiri dan dinyanyikan bersama penyanyi lagu-lagu religius muslim, seperti Opick, bahkan pernah berkolaborasi dengan grup band Ungu dalam mini album Ungu bertajuk Para Pencari-Mu (2007).

Meninggal dunia

Uje meninggal dunia dalam usia 40 tahun pada tanggal 26 April 2013 dalam sebuah kecelakaan tunggal yang terjadi di Jalan Gedong Hijau 7 di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada pukul 2 waktu setempat. UJ mengendarai motor sport dari arah Kemang menuju ke kawasan Pondok Indah menabrak pohon palem kemudian menghajar pembatas jalan dengan mengendari Kawasaki ER-6n bernopol B 3590 SGQ.

Ia sempat dirujuk ke Rumah Sakit Pondok Indah dan Rumah Sakit Fatmawati, namun nyawanya tidak tertolong. Selanjutnya, jenazah Uje akan dibawa ke rumah duka di Perum Bukit Mas, Jalan Narmada III, Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan, Ustadz Jeffry Al Buchori dimakamkan di TPU Karet Bivak Jakarta Selatan setelah sebelumnya disalatkan di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat.

Renungan Rahasia Kematian

Rahasia kematian yang disebutkan Aa Gym, ada tiga : rahasia waktu, rahasia tempat, rahasia cara. “Allah merahasiakan (ketiganya itu) agar kita selalu siap setiap saat. Jangan menunda amal ibadah, jangan menunda tobat, jangan main dengan maksiat, jangan menyia-siakan waktu kebersamaan, kapanpun, dimanapun, yang penting khusnul khotimah (akhir hidup yang diridhoi Allah SWT.
****
"Inna lillaaahi wa inna ilaihi roojiuun. Telah pulang ke Rahmatullah sahabat kita," kata Arifin Ilham, pimpinan Majelis Zikir Azzikra, yang bermarkas di Sentul, Bogor. Ia menegaskan, sesungguhnya semuanya milik Allah dan sesungguhnya semua kembali kepada Allah. "Allahummagfirlahu warhamhu... Semoga Allah mengampuni semua dosa almarhum, memaafkan semua kesalahan almarhum...aamiin," tutup Arifin

Sumber : Berbagai sumber

Halaman ini terakhir diperbaharui 05-09-2013 ( 13 view)

Wednesday, March 27, 2013

Profil H. Nurul Qomar


H. Nurul Qomar, terkenal seorang bintang komedian yang murah senyum dilahirkan di Jakarta 11 Maret 1960 dari pasangan keluarga KH. Achmad Yusri dan Hj. Siti Chorodah, anak pertama dari tujuh bersaudara, keluarga besar kakeknya tinggal di Cirebon Jawa Barat, ibu kandungnya berasal dari Desa Sindang Indramayu dan Bapak kandungnya berasal dari Desa Ciekek, Pandeglang-Banten.

Sosok yang pernah dibesarkan oleh TOMTAM GRUP dan EMPAT SEKAWAN ini, sejak dipercaya lagi menjadi Anggota DPR-RI Periode 2009-2014, H. QOMAR memutuskan memboyong seluruh anggota keluarganya untuk menetap menjadi warga masyarakat Kabupaten Cirebon. Bersama istrinya, Hj. SITI MARIYAM beserta ke-Empat anaknya, (1). ARYA BAHUPRINGGA, (2). DIMAS SUFI ABIYASA, (3). SOEBAGDJA SALIM, (4). RAHARDJA ADIWIDJAYA kini menempati rumah kediaman di Perumnas BUMI ARUMSARI, Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Data Diri :

Riwayat Pendidikan :
  • SD Duri Sawah Petang Jakarta
  • SMP Wijayakusuma Jakarta
  • SPG Negeri 2 Jakarta
  • S-1 Administrasi Negara, FISIP Universitas Islam Syekh Yusuf
  • S-2 Magister Management, Universitas Krisnadwipayana - Jakarta
  • Sedang Melanjutkan Program S-3 (Doctor) di Universitas Negeri Jakarta
Riwayat Pekerjaan :
  1. Anggota Komisi X DPR-RI dari Fraksi Partai Demokrat, Tahun 2009 - 2014.
  2. Anggota Komisi X DPR-RI dari Fraksi Partai Demokrat, Tahun 2004 - 2009.
  3. Duta Aksara Nasional, Tahun 2006 - Sekarang.
  4. Guru Sosiologi dan Antropologi di SMA Muhammadiyah Cirebon, Tahun 2000 - 2001.
  5. Mendirikan Grup lawak "Empat Sekawan" berrsama Derry, Ginanjar dan Eman, Tahun 1991 - Sekarang.
  6. Penceramah Agama, Tahun 1989 - Sekarang.
  7. Pengasuh Acara KUliah Subuh "Obrolan Pagi Tentang Iman dan Islam (Optimis)" di Radio Suara Kejayaan, Tahun 1989 - 1993.
  8. Kepala Sekolah Tk/SD Widuri Indah, Tahun 1983 - 1986.
  9. Mendirikan Grup lawak "Tomtam" bersama H. Kimung, H.Anwar (ogut), dan H.Firman, Tahun 1976 - 1990
Riwayat Selama di DPR :
  1. Ketua POKSI X Fraksi Partai Demokrat, Tahun 2005 - Sekarang.
  2. Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) untuk Parlemen Jepang, Tahun 2004 - Sekarang.
  3. Panitia KHusus (Pansus) RUU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
  4. Pantia Kerja (Panja) RUU Kepariwisataan.
  5. Pantia Kerja (Panja) RUU Perpustakaan.
  6. Pantia Kerja (Panja) RUU Kepemudaan.
  7. Pantia Kerja (Panja) RUU Perfilman.
  8. Pantia Kerja (Panja) Penerimaa Negara BUkan Pajak (PBNBP).
  9. Pantia Kerja (Panja) KTSP.
  10. Pantia Kerja (Panja) Perpustakaan Digital (E-library).
  11. Pantia Kerja (Panja) RUU Pendidikan Kedokteran.
  12. Pantia Kerja (Panja) RUU Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.
Riwayat Organisasi :
  1. Ketua Dewan Penasehat Persatuan Seniman Komedi Indonesia (Paski), Tahun 2005 - Sekarang.
  2. Anggota Partai Demokrat, Tahun 2003 - Sekarang.
  3. Artis Safari Partai Golkar, Tahun 1977 - 2000.
Prinsip Kepemimpinan

Lebih dahulu harus “mampu memimpin diri sendiri” dan “mampu memimpin keluarga” dengan perilaku akhlak mulia, adalah prinsip dan sikap kepribadian H. QOMAR. Pribadi yang baik menurutnya adalah, seseorang yang selalu mengolah ke­matangan intelektual, emosional, dan spiritual.

Pandangannya tentang seorang pemimpin, harus memenuhi Empat kriteria; yakni shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Demikian juga syarat untuk menjadi “imam yang baik” adalah; pertama mengetahui dan memahami serta menguasai “ilmu”-nya; kedua baik akhlaknya; ketiga mengetahui siapa yang akan dipimpinnya. Kriteria dan persyaratan inilah yang dimiliki oleh para Leluhur dan Pemimpin Cirebon terdahulu, Kanjeng Gusti Sinuhun SYEH SYARIF HIDAYATULLAH, dan PANGERAN CAKRABUANA - Mbah Kuwu Cirebon.

PEMIKIRAN

Ingsun titip tajug lan fakir miskin” adalah amanat sakral Kanjeng SUNAN GUNUNGJATI; mestinya tidak hanya jadi renungan dan jadi sesuatu yang dititipkan terus menerus dari generasi ke generasi, tetapi harus dijawab dengan tuntas. Alhamdulillah, amanat Kanjeng SUNAN GUNUNG­JATI tersebut sekarang sudah diterjemahkan menjadi UNDANG-UNDANG R.I. No. 13 TAHUN 2011 Tentang “PENANGANAN FAKIR MISKIN”. Jika tidak melaksanakan penanganan fakir miskin, sesungguhnya kita berhadapan dengan Undang-Undang.

Cirebon sebagai “Puser Bumi”, tempat bertemunya para Waliullah, berkumpulnya ‘Alim Ulama dan Penghafal Al-Qur’an, juga sebagai pusat pendidikan pesantren; sebenarnya sudah sejak lama Cirebon menjadi pusat budaya dan peradaban masyarakat beragama.

Pendidikan akhlaq mulia dan budi pekerti harus menjadi prioritas untuk diterapkan sejak Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Dasar; karena akan menentukan masa depan Karakter Bangsa.
Buta aksara harus dituntaskan, agar tidak ada lagi warga yang tanda tangan pakai “cap jempol”. Anak-anak putus sekolah harus mendapat pendidikan kesetaraan dan kecakapan hidup. Bagi anak-anak berkebutuhan khusus dibangkitkan percaya dirinya dengan sentuhan kasih sayang. Sekolah Menengah Kejuruan berbasis keunggulan lokal lebih banyak mendapatkan perhatian, sehingga Kabupaten Cirebon menjadi pusat percontohan Nasional pendidikan kejuruan berbasis keunggulan lokal.

Sekarang Guru dan Dosen tidak lagi menjadi Pahlawan tanpa Tanda Jasa, tetapi sebagai “Pekerja Profesional”. Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 Tentang GURU DAN DOSEN adalah amanat Negara untuk “memuliakan” Guru dan Dosen; alangkah mulianya karena menentukan kualitas sumber daya manusia Cirebon. Karenanya jangan ada lagi persoalan dengan kesejahteraan Guru dan Dosen.

Laut dan lahan pertanian yang sangat luas, jumlah keluarga nelayan dan petani yang banyak adalah modal untuk kemakmuran dan kesejahteraan. Kekayaan tersebut menjadi kekuatan untuk membangun Kabupaten Cirebon berbasis kelautan dan pertanian. ”Subur makmur gemah ripah loh jinawi” akhirnya menjadi nyata dirasakan oleh para Petani dan Nelayan.

Jaminan kesehatan membuat masyarakat merasa tenang. Pusat kesehatan masyarakat dan rumah sakit sangat mudah dijangkau, baik tempat maupun biayanya. Tingkat kematian ibu dan anak semakin menurun karena membaiknya tingkat sosial dan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan.

Kabupaten Cirebon dengan 40 kecamatan, 412 desa dan 12 kelurahan adalah hamparan daerah yang luas untuk dibangunnya pusat-pusat kegiatan ekonomi rakyat dengan masing-masing produk unggulan. Pasar Tradisional menjadi hidup dan dinamis karena tidak bersaing dengan gedung pusat belanja. Koperasi Unit Desa (KUD) menjadi tiang utama kehidupan ekonomi rakyat, sehingga masyarakat desa merasa leluasa membangun daerahnya karena memiliki modal yang cukup hasil dari usaha bersama.

Kehidupan Demokrasi dan Politik harus dibangun berdasar pada Empat Pilar Kebangsaan : PANCASILA, UUD 1945, NKRI, dan BHINNEKA TUNGGAL IKA.

Semua Organisasi Politik dan Kemasyarakatan harus mendapat perhatian dan pembinaan yang sama, karena Pemerintah Daerah adalah bagian dari seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon.

Sumber : http://www.nurulqomar.com/profil/biografi.html

Halaman terakhir diubah 02-06-2013 ( 24 view)