Space Iklan

Showing posts with label Tumbuhan Langka. Show all posts
Showing posts with label Tumbuhan Langka. Show all posts

Sunday, May 5, 2013

Pohon Benda yang sudah berumur ratusaan tahun tumbang




Pohon Benda yang berada di Kampung Slahonje, Kelurahan Citangtu, Kec/Kab. Kuningan Jawa Barat tumbang. Konon katanya Pohon Benda tersebut sudah berumur ratusan tahun.

Pohon benda yang bijinya dapat dimakan setelah di rebus atau digoreng rasanya enak, pohon tersebut terbilang langka. Biasanya selain bijinya yang bisa dimakan, getahnya pun bisa digunakan untuk perekat untuk menjerat burung.

Tumbangnya pohon benda tersebut kemungkinan karena sudah tua. Pohon benda tersebut sampai saat postingan ini dibuat (05/05/2013) belum diapa-apakan sama warga setempat, pohon benda yang besar sekali dan cukup tinggi.

Beruntung tumbangnya pohon tersebut tidak menimpa rumah warga, hanya menghalangi jalan lewat menuju sumur warga setempat.   

Wednesday, April 10, 2013

Saga pohon

                                       Adenanthera pavonina dengan polongnya.

Kalau di kampung nama pohon ini saya menyebutnya “Kitoke”, pohon mudah tumbuh tingginya bisa mencapai 20 meter, saya sendiri waktu kecil sering mengumpulkan buah kitoke ini, sebelum dimakan kitoke di sangrai di atas lalayah (sunda), rasanya khas dan enak sekali atau dipanggang di atas bara api biasanya memakai kuali yang terbuat dari tanah.

Saga pohon (Adenanthera pavonina) adalah pohon yang buahnya menyerupai petai (tipe polong) dengan bijinya kecil berwarna merah. Tumbuhan ini berasal dari Asia Selatan namun sekarang telah tersebar pantropis.

Saga pohon umum dipakai sebagai pohon peneduh di jalan-jalan besar. Tumbuhan ini juga mudah ditemui di pantai. Daunnya menyirip ganda, seperti kebanyakan anggota suku polong-polongan lainnya.

Dahulu biji saga dipakai sebagai penimbang emas karena beratnya yang selalu konstan. Daunnya dapat dimakan dan mengandung alkaloid yang berkhasiat bagi penyembuhan reumatik. Bijinya mengandung asam lemak sehingga dapat menjadi sumber energi alternatif (biodiesel). Kayunya keras sehingga banyak dipakai sebagai bahan bangunan serta mebel.

Benih-benih tersebut juga diketahui memiliki nilai obat. Benih bubuk dibuat menjadi plester untuk mempercepat pematangan bisul dan untuk menyebuhkan sakit kepala dan reumatik di India.

Ingat, biji saja jangan dimakan dalam bentuk mentah, bisa menimbulkan keracunan.

Sumber : Wikipedia dan rmbr.nus.edu.sg

Tuesday, April 9, 2013

Buah Malaka : Pahit rasanya



Saling Indonesia. Mungkin buah yang satu ini rasa-rasanya pohon yang langka, Apakah pembaca blog ini tahu tentang buah yang satu ini, ciri-cirinya rasanya agak pahit kalau di makan, akan tetapi dimulut akan berubah rasa manis setelah kita minum air putih, ‘cukup aneh bukan’. Buah Malaka buahnya bulat berwarna hijau ke Kuningan.

Di kampung saya sendiri, pohon tersebut hanya ada satu pohon, mungkin sekarang sepertinya sudah tidak ada. Pohon tersebut tumbuh sulit untuk berkembang biak, walaupun buahnya lebat dan berbuah setiap saat, dari dulu sampai sekarang hanya satu pohon saja, walaupun buah tersebut berbiji besar dan sangat lebat (banyak).

Ternyata buah yang satu ini memiliki banyak kegunaan, menurut sumber dari wikipedia bahwa buah Malaka berguna untuk aneka bagian tumbuhan (tumbuhan serba guna), termasuk pepagan, agar, bunga, buah, dan biji dapat digunakan sebagai obat tradisional. Terutama di India, buah Malaka merupakan salah satu unsur penting dalam pengobatan Ayurveda.

Buah Malaka mengandung banyak vitamin C, dan tanin. Ekstrak buah Malaka dapat digunakan sebagai bahan pewarna tradional.

Pohon Malaka termasuk salah satu pohon yang disucikaan menurut agama Hindu. Berasal dari India dan Nepal, pada masa lalu pohon Malaka banyak ditanam di Pulau Jawa, dan kini sebagian meliar pohon di hutan-hutan dataran rendah kering. Pohon ini tahan terhadap kebakaran.


Artikel ini terakhir diperbaharui 02-12-2013 ( 257 pengunjung)