Monday, February 4, 2013

Plafon Bikin Rumah Tampak Indah

Saling Indonesia. Plafon secara definisi merupakan daerah pembatas antara atap dan ruangan di bawahnya ketinggiannya berkisar antara 2,80 – 3,80 m. Plafon rumah memiliki banyak fungsi.

Fungsi utamanya adalah untuk menjaga kondisi suhu di dalam ruangan akibat sinar matahari yang menyinari atap rumah. Udara panas di ruang atap ditahan oleh plafon sehingga tidak langsung mengalir ke ruang di bawahnya sehingga suhu ruang tetap terjaga.

Plafon juga berfungsi untuk melindungi ruangan rumah dari rembesan air yang masuk dari atas atap, menentralkan bunyi yang bising pada atap pada saat hujan. Selain itu juga plafon dapat membantu menyembunyikan instalasi listrik dan struktur atap sehingga ruang interior tampak lebih indah.
Namun saat ini, fungsi plafon juga telah mengalami perluasan persepsi, tak hanya mengakomodir fungsi-fungsi di atas, desain plafon saat ini juga dirancang sedemikian rupa sebagai pemberi kesan estetika pada ruangan.

Bentuk dan model plafon akan sangat mempengaruhi keindahan ruangan di bawahnya. Oleh karena itu bermunculan beragam bahan dasar pembuat plafon yang ada di pasaran dengan harga yang beragam pula.

Bila Anda masih bingung dan belum paham mengenai bahan-bahan maupun bagaimana cara memilih plafon rumah yang baik, berikut ini beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui hal tersebut.
1. Mengenali bahan-bahan dasar plafon rumah

Ada banyak bahan dasar pembuat plafon yang ada di pasaran dengan harga yang beragam, berikut ini diantaranya:
  • Plafon rumah dengan bahan dasar kayu.
Beberapa bentuk plafon triplek juga termasuk pada jenis plafon berbahan kayu. Kekurangan dari bahan dasar plafon ini adalah tidak tahan jika terkena air, terutama plafon berbahan triplek akan cepat mengembang jika terkena rembasan air.
  • Plafon rumah dengan bahan dasar eternit atau asbes.
Plafon rumah dengan bahan dasar ini sekilas memang terkesan lebih baik dari pada plafon berbahan kayu. Bahannya ringan memudahkan pengguna untuk dapat menggantinya atau memperbaikinya apabila terjadi kerusakan. Kekurangan badan dasar ini tidak tahan benturan sehingga mudah patah.
  • Plafon rumah dengan bahan dasar fiber.
Plafon rumah dengan bahan dasar fiber semen pada GRC (Glassfiber Reinforced Cement) terdiri dari campuran gypsum, semen, pasir dan serat glassfiber. Plafon ini sudah banyak diaplikasikan untuk plafon rumah. Sama seperti plafon eternit, bahan dasar ini juga tidak tahan terhadap benturan.
  • Plafon rumah dengan bahan dasar gypsum.
Plafon gypsum cukup sering digunakan untuk rumah tinggal. Material ini mudah diperoleh, diperbaiki dan diganti. Kekurangan plafon ini tidak tahan terhadap air.
2. Mendesain plafon rumah.
Setelah menentukan bahan dasar plafon rumah yang akan digunakan di rumah Anda, maka selanjutnya desain plafon rumah untuk memadukan warna plafon dengan nuansa dinding dan isi ruangan yang telah dirancang. Padukan warna dan pastikan bahwa fungsi plafon benar-benar menambah kesan estetika pada ruangan rumah.
3. Perawatan secara berkala.
Perawatan dan pembersihan plafon rumah Anda secara berkala perlu dilakukan. Seindah dan sebagus apapun plafon rumah yang telah Anda pilih, tak akan ada gunanya apabila terlihat kotor dan banyak sarang laba-laba. Bersihkan kotoran-kotoran tersebut secara rutin agar tidak menumpuk yang pada akhirnya sulit untuk dibersihkan.

Sumber :
Plafon Rumah

Halaman terakhir diubah 14-09-2013 ( 100 view)

No comments: