Thursday, March 7, 2013

Inilah Kampungku Citangtu, Kuningan, Jawa Barat, Indonesia



Saling Indonesia. Mengenal kampung sendiri punya kebahagian tersendiri, kampung adalah tempat kita dilahirkan walaupun sudah tidak tinggal di kampung tetapi tempat tinggal pertama kali selalu terkenang (katineung), mungkin budaya kita yang tidak asing lagi namanya pulang kampung, biasanya menjelang lebaran Idul Fitri banyak dilakukan dengan tradisi Mudik Lebaran.

Postingan ini sekedar tekenang kampung, inilah kampungku yang punya blog Saling Indonesia.

Etimologi
Citangtu berasal dari dua kata Ci dan tangtu, ci berasal dari bahasa Sunda yaitu kata cai artinya air, sedangkan tangtu artinya pasti. Sehingga dapat diartikan bahwa di daerah ini air pasti akan selalu ada baik musim hujan maupun musim kemarau.

Pemerintahan
Citangtu adalah salah satu kelurahan di kecamatan Kuningaan, jadi wilayah ini dikepalai oleh seorang lurah. Sebagai aparatur negara lurah dibantu oleh kepala dusun, aparatur kelurahan dan hansip. Satu dusun atau kampung biasanya merupakan satu RW (Rukun Warga) yang membawahi beberapa RT (Rukun tetangga). RW dipimpin oleh Ketua RW dan RT dipimpin oleh Ketua RT.

Geografis
Kelurahan Citangtu dilewati oleh sungai Surakatiga dan Cisanggarung. Wilayah kelurahan Citangtu berbukit-bukit sehingga cocok untuk daerah perkebunan. Keadaan iklim kelurahan Citangtu dipengaruhi oleh iklim tropis dan angin muson, dengan temperatur bulanan berkisar antara 18° C - 32° C serta curah hujan berkisar antara 2.000 mm - 3.000 mm per tahun. Pergantian musim terjadi antara bulan November - Mei adalah musim hujan dan antara bulan Juni - Oktober adalah musim kemarau.

Perbatasan
Utara
Kelurahan Winduhaji dan Desa Karangtawang
Selatan
Desa Cibinuang
Barat
Desa Cibinuang dan Kelurahaan Kuningan
Timur
Desa Karangtawang dan Desa Tembong

Ekonomi
Orang-orang Citangtu dikenal sebagai petani yang ulet.

Pertanian
Hampir seluruh masyarakat Citangtu menanam gadung terutama dengan cara tumpang sari. Tanaman pokoknya adalah palawija, karena tanah yang dimiliki oleh warga setempat bukan areal pesawahan teknis namun huma. Misalnya, satu lahan huma bisa ditanami beberapa jenis tanaman seperti singkong, ubi jalar, padi ketan, kacang-kacangan serta gadung.

Perkebunan
Hasil perkebunan yang biasanya dibudidayakan kebanyakan dari jenis buah-buahan seperti: pisang, mangga, rambutan dan yang terutama dan terbanyak adalah melinjo atau tangkil.

Demografi
Penduduk kelurahan Citangtu berjumlah 4738 orang, terdiri dari:
  • 2374 orang laki-laki
  • 2364 orang perempuan
80% beragama Islam dan sisanya beragama Kristen terutama di Dusun Talahab. Sektor pertanian mendominasi pekerjaan penduduk Kelurahan Citangtu sekitar 70%, lainya bekerja sebagai pedagang, PNS, buruh bangunan, karyawan, wiraswasta dan sebagainya.

Pendidikan
Sekolah dasar yanga ada di kelurahan Citangtu antara lain:
  • SDN Citangtu I (terletak di Jl. S. Kucit No. 85)
  • SDN Citangtu II (terletak di Dusun Wangun)
  • SDN Citangtu III (terletak di Dusun Talahab)
  • SDN Citangtu IV (terletak di Rt.13 /3 Citangtu)
Kesenian
Jenis kesenian yang berkembang di desa Citangtu yaitu seni Reog, Angklung, Kuda Lumping.

Tokoh
  • Prof. Dr. H. Mohamad Surya
  • Kol.Laut (Purn) Soepardi
Akses Transportasi
Tidak terlalu sulit untuk mencapai kelurahan Citangtu dari pusat kota Kuningan yang hanya berjarak 2 km. Selain tersedia angkutan penumpang umum, juga banyak tersedia angkutan ojeg yang beroperasi selama 24 jam.

Sumber : Wikipedia dan Berbagai sumber

Halaman ini terakhir diubah 12-11-2013 ( 119 view)

No comments:

Post a Comment

Mohon Perhatiannya yang ingin berkomentar :

1. Berkomentarlah yang baik dan sopan
2. Tidak dianjurkan meletakan link hidup
3. Disarankan berkomentar sesuai postingan
4. Mohon bershabar apabila komentar belum admin balas
5. Dianjurkan berkomentar menggunakan alamat Url untuk Backlink