Space Iklan

Sunday, February 10, 2013

Sabak, Alat Tulis Tempo Dulu vs Tablet Asli Indonesia



Assalamualaikum Wr.Wb.
Saling Indonesia. Orang Tua kita dulu kalau pergi ke sekolah sebagai alat tulis berupa sabak, jadi pelajaran dari sekolah langsung di tulis di media sabak, pelajaran sekolah harus benar-benar diingat karena kalau ada pelajaran baru, sabak selalu di hapus. Sekarang juga mungkin untuk mengajari anak-anak di rumah biasa kita menggunakan alat tulis yang menyerupai sabak, alat tulis dengan menggunakan magnet sebagai pengganti pencil, langsung dihapus dengan menggeser tombol kanan atau kiri. Sekarang ini alat tulis tersebut akan digunakan kembali dengan teknologi modern berupa Tablet.  

Alat Tulis Tempo Dulu

Alat tulis yg dibuat dari batu berbentuk papan tipis diberi bingkai untuk ditulisi, pada zaman (penjajahan) Jepang kebanyakan murid menulis di atas sabak.
Alat tulis antik alias SABAK, dengan grip untuk menulisnya. Zaman dulu memang serba terbatas dan langka, sampai buku tulis pun susah didapat sehingga sarana belajar pun apa adanya. Sabak ini telah menjadi saksi bisu atas perkembangan dunia pendidikan di tanah air ini, sepatutnya dirawat sebaik baiknya.

Sabak harus selalu berdampingan dengan grip. Sabak sebagai media untuk menulis sedangkan grip adalah alat tulisnya maka sampai sekarang tempat menyimpan pensil atau balpen disebut doosgrip, seharusnya kan doospen ya …

Jadi kalau mengerjakan tugas atau ulangan ya sabak itulah yang digunakan. Dengan menggoreskan grip yang runcing di permukaan sabak, akan menghasilkan bekas seperti menulis pada kertas menggunakan pensil, tetapi agak lebih jelas dari pensil. Menulis huruf, membuat angka pada pelajaran berhitung dan menggambarpun dengan menggunakan sabak dan grip. Bagaimana kalau mencatat? Itulah kelebihan anak sekolah jaman dahulu. Tidak mempunyai catatan, tetapi memahami pelajaran. Ingatan dan pendengaran sangat memegang peranan. Saat diterangkan guru mendengarkan dengan seksama dan menyimpan semua penjelasan guru dalam ingatan sebagai catatan. 1)

Tablet Asli Indonesia

Sabak elektronik atau komputer tablet (bahasa Inggris: tablet computer), atau ringkasnya tablet, adalah suatu komputer portabel lengkap yang seluruhnya berupa layar sentuh datar. Ciri pembeda utamanya adalah penggunaan layar sebagai peranti masukan dengan menggunakan stilus, pena digital, atau ujung jari, alih-alih menggunakan papan ketik atau tetikus. Microsoft memperkenalkan versi Windows XP untuk komputer tablet yang disebutnya Tablet PC pada tahun 2000, sedangkan Apple baru meluncurkan versi komputer tabletnya pada tahun 2010 dengan nama iPad. Pada tahun 2011 Samsung meluncurkan versi komputer tablet Galaxy Tab 7 (yang kemudian dilanjutkan dengan peluncuran Samsung Galaxy Tab 7.0 Plus) dan 10.1(P7100)

Seperti di lansir Harian Tempo, Sabak Tabletnya asli Indonesia akan digunakan untuk siswa Sekolah Dasar, Menengah, dan Atas di seluruh Indonesia.

Gelontoran tablet impor yang masuk ke pasar Indonesia membuat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) gerah. Wakil Ketua Kadin Bidang IT, Telekomunikasi, Broadcast Research dan Teknologi, Didie W. Soewondho, mengatakan tahun depan akan hadir tablet buatan dalam negeri.

"Namanya Sabak Nasional," kata Didie di Jakarta, Selasa, 7 Juni 2011. Tablet Sabak itu rencananya akan digunakan untuk siswa Sekolah Dasar, Menengah, dan Atas di seluruh Indonesia.

Pembuatan tablet tersebut, lanjut dia, akan dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2012, misalnya, akan dibuat sebanyak 1 juta unit, sedangkan sisanya diproduksi pada tahun berikutnya. Didie mengaku belum mengetahui spesifikasi tablet Sabak yang akan dibuat.

Untuk membuat tablet tersebut, saat ini sudah ada tiga perusahaan asal Taiwan yang akan berinvestasi di Tanah Air. Didie menolak menyebutkan nama perusahaan tersebut. Namun, dia mengatakan tiga vendor itu adalah pembuat motherboard komputer yang selama ini melakukan proses produksi di Cina.Total nilai investasi yang ditanamkan untuk membangun manufaktur motherboard di Indonesia, kata dia, sekitar US$ 50-60 juta. Saat ini, perusahaan sedang memproses izin di Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Kementerian Perindustrian.

Khusus tablet murah, PT INTI akan membuat tablet berbasis 2G dilengkapi WIFI dengan harga berkisar Rp 600.000-Rp 800.000. Dalam mengembangkan tablet tersebut, PT INTI bekerja sama dengan IMO dalam memproduksi tablet tersebut. (kontan.co.id)  

Sumber : Berbagai Sumber

Halaman ini terakhir diubah 07-04-2014 ( 233 views)

1 comment:

Mohon Perhatiannya yang ingin berkomentar :

1. Berkomentarlah yang baik dan sopan
2. Tidak dianjurkan meletakan link hidup
3. Disarankan berkomentar sesuai postingan
4. Mohon bershabar apabila komentar belum admin balas
5. Dianjurkan berkomentar menggunakan alamat Url untuk Backlink